- Manusia dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens ( bahasa latin untuk manusia ), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita. (http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia)
- Penderitaan adalah dimana manusia mendapatkan atau mnejalani suatu yang tidak menyenangkan, bahkan dia merasa sesuatu yang menimpa dirinya adalah sangat buruk, dan tak di inginkan.
Penderitaan lahiriah, penderitaan yang selalu rutin mereka jalani. Seperti ; seorang TKI. Mereka selalu manjalani penderitaan setiap mereka bekerja. nah, betulkah demikian? mari kita telaah lagi, bukannya penderitaan adalah ketika manusia menjalani suatu yang tak ia inginkan. Begitu juga dengan seorang TkI, saya yakin dari lubuk hati mereka terdalam mereka sangat tak mengingin kan pekerjaan itu. Bagaimana tidak, mereka bekerja, jauh dari keluarga dan sanak saudara, cape, bahkan banyak TKI yang pulang ke tanah air hanya nama.
itu hanya segelintir kisah pilu dari penderitaan seorang TKI. Disisi lain, kita melihat lebih tinggi...........
Seorang direktur perusahaan besar. sepertinya tak ada penderitaan yang mereka rasakan. Wah... wah... wah... itu hanya terkaan kita. Tapi taukah kalian teman, banyak di luar sana direktur-direktur atau petinggi-petinggi kita yang lebih menderita dari seorang TKI. Taukah apa penderitaan mereka, "HATI" saudara-saudara....
Hatinya menderita krisis kekikiran, kedzaliman.
bahkan lebih fatal lagi mereka seolah lupa akan sang Khalik, karna kesibukan mereka terhadap rupian.
sungguh naas.....
naudzubillahimindjalik....!!!!

